Kepedulian Fans Persela, Tetap di Rumah Tapi Bisa Bantu Keuangan Klub Lewat Papan Suporter

  • Whatsapp
Kepedulian Fans Persela, Tetap di Rumah Tapi Bisa Bantu Keuangan Klub Lewat Papan Suporter

BOLASPORT.COM – Berbagai macam cara dilakukan oleh klub untuk mendapatkan uang tambahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Belum lagi pandemi Covid-19 memaksa klub untuk menggelar pertandingan tanpa penonton. Pemasukan uang dari jumlah tiket kandang pun dipastikan menghilang, namun tidak untuk caranya.

Nah, ini yang dilakukan oleh Persela Lamongan dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2021-2022. Tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu mempunyai cara yang tidak dilakukan oleh klub-klub lain dalam hal mendapatkan uang pemasukan dari tiket penonton. Persela Lamongan membuatkan papan suporter yang nantinya dipajang di bangku stadion saat tim asuhan Iwan Setiawan itu tampil.

Pemasangan papan suporter ini sempat ramai diberitakan oleh klub-klub luar negeri ketika mereka tetap menggelar kompetisi di tengah pandemi Covid-19. Tentu saja klub-klub mendapatkan uang tambahan meskipun tak sebanyak jumlah penjualan tiket. Meski begitu, setidaknya langkah ini bisa menggambarkan kecintaan suporter ke klubnya itu.

Persela Lamongan mencoba mengikutinya. Mereka membuka pendaftaran kepada suporternya yang ingin memasang wajahnya di dalam stadion. Bagi Persela Lamongan ini gerakan yang diharapkan mampu bisa membuat suporter bersama-sama berjuang di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Pada dasarnya ini awalnya kebutuhan ekonomi ya karena klub juga kehilangan uang tiket dan akhirnya ide itu muncul. Awalnya seperti itu cuma dalam perjalanannya ternyata tidak sesuai dengan harapan manajemen karena secara target tidak tercapai,” ucap Marketing Persela Lamongan, Ahmad Rizal Jambari, kepada BolaSport.com.

Persela Lamongan sudah menggelar satu pertandingan kandang di Liga 1 2021-2022 saat menghadapi Persipura Jayapura. Bermain di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021), Persela Lamongan menang dengan skor 1-0 atas Persipura Jayapura lewat gol Ivan Carlos. Kemenangan itu sangat berharga bagi Persela Lamongan karena harus bermain dengan 10 pemain usai Akbar diganjar kartu merah sejak menit ke-38.

Baca Juga: Alami 18 Kali Kecelakaan, Marc Marquez: Musim Terberat dalam Karier Saya

Papan suporter Persela Lamongan sudah mulai terlihat di tribun Stadion Wibawa Mukti dalam pertandingan tersebut. Memang terlihat tidak banyak, hanya sekitar enam papan suporter yang mendaftarkan diri ke Persela Lamongan. Meski sedikit, Persela Lamongan tetap bersyukur bisa mendapatkan uang tiket lewat papan suporter dari fansnya.

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan saat memimpin latihan perdana di Stadion Surajaya, Sabtu (5/6/2021).

Persela

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan saat memimpin latihan perdana di Stadion Surajaya, Sabtu (5/6/2021).

Persela Lamongan menyadari masih banyak fansnya yang kurang berminat untuk membuat papan suporter tersebut. Tapi, Persela Lamongan tak menyerah, papan suporter itu masih tetap dibuka sampai Liga 1 2021-2022 berakhir. Persela Lamongan bahkan bangga karena menjadi satu-satunya tim di Indonesia yang menggunakan papan suporter.

“Ini menjadi nuansa baru untuk sepak bola di Indonesia karena memang banyak orang yang melihatnya. Bagi kami ini juga menambah menarik di dunia sepak bola Indonesia. Kami akui, memang papan suporter ini melihat dari kompetisi di Eropa tapi untuk di Indonesia, kami yang pertama,” ucap Ahmad Rizal Jambari.

Baca Juga: Anco Jansen Belum Tampil Meyakinkan, Pelatih PSM: Masih Beradaptasi

Ahmad Rizal Jambari mengatakan pertandingan tanpa suporter sangat berdampak bagi Persela Lamongan. Sebab, uang dari penjualan tiket suporter masih menjadi pendapatan kedua untuk tim setelah sponsor. Untuk itu, Persela Lamongan masih terus membuka bagi fans yang ingin membantu keuangan klub lewat cara tersebut.

Tim marketing Persela Lamongan menjual papan suporter dengan sistem paket. Setiap fans dipersilahkan untuk mendaftarkan diri melalui website resmi Persela Lamongan. Uang yang harus dikeluarkan itu sekitar Rp 150 ribu untuk dua pertandingan kandang.

Ahmad Rizal Jambari mengaku mungkin harga tersebut masih terlalu tinggi bagi suporter Persela Lamongan. Namun ternyata pengeluaran untuk biaya produksi pembuatan papan suporter itu juga tidak murah. Belum lagi, tim marketing Persela Lamongan harus membawa pulang-pergi papan suporter itu selepas pertandingan berlangsung.

Baca Juga: Man United Kalah, Solskjaer Keterlaluan Jika Tak Segera Takut Dipecat

Seperti diketahui, Liga 1 2021-2022 menggunakan format series. Ada enam series yang digelar di Pulau Jawa. Series pertama ini digelar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Adapun Persela Lamongan tak pasti menggunakan satu stadion saja dalam setiap series dan harus berpindah-pindah dengan jarak yang cukup jauh.

Pekan ketiga ini, Persela Lamongan akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Ini menjadi laga kandang Persela Lamongan yang kedua. Papan suporter itu tentu akan dipasang di tribun Stadion Pakansari.

“Kalau untuk berapa besar biaya produksinya saya tidak bisa sebutkan. Tapi kami juga harus membawa papan suporter itu ke beberapa stadion. Kemarin posisi kami di Cikarang dan sekarang kami harus pindah ke Bogor.”

Baca Juga: Hadapi Bali United pada Pekan Ketiga, Kapten Persib: Jangan Terlena

“Untuk harganya kami tidak ada perubahan karena biaya produksi papan suporter itu juga cukup besar, jadi kami belum bisa menekan untuk harga ini. Tapi nanti kami akan melakukan evaluasi setiap series,” ucap Ahmad Rizal Jambari.

Untuk laga kandang melawan Persita Tangerang, belum diketahui apakah ada penambahan pemesanan papan suporter Persela Lamongan. Akan tetapi, pendaftaran masih tetap dibuka. Dan diharapkan bisa terus bertambah demi membantu keuangan Persela Lamongan.

Sejatinya pemasukan uang dari suporter itu tak hanya dari tiket, melainkan juga penjualan merchandise resmi. Nah, dalam hal ini ternyata pendapatan uang dari penjualan merchandise resmi Persela Lamongan cukup besar juga. Terlebih, Persela Store masih tetap beroperasi setiap hari.

Baca Juga: Pep Guardiola Pelatih yang Baik, tetapi Sering Terlalu Besar Kepala

Ahmad Rizal Jambari mengakui bahwa penjualan merchandise Persela Lamongan masuk ke dalam lima besar klub di Indonesia. Ini cukup kaget lantaran Persela Lamongan merupakan klub kabupaten. Dengan hadirnya papan suporter itu dan ditambah penjualan merchandise bisa akan menambah pemasukan untuk Persela Lamongan.

“Makanya kami membuat papan suporter ini agar berdampak ke Persela Lamongan. Kami tetap meminta suporter untuk mendukung Persela Lamongan dari rumah tetapi bisa tetap membantu keuangan klub dengan cara yang kami salurkan ini,” ucap Ahmad Rizal Jambari.

Demerson Bruno Costa bersama pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan

INSTAGRAM/PERSELAFC

Demerson Bruno Costa bersama pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan

Dari enam fans yang memesan papan suporter Persela Lamongan itu sangat bermacam-macam. Salah satunya adalah terpampangnya wajah bayi yang memesan papan suporter demi membantu keuangan Persela Lamongan. Ahmad Rizal Jambari cukup kaget dengan pemesanan foto bayi tersebut, namun ternyata ada cerita di balik peristiwa itu.

Baca Juga: Kadek Agung Gabung Insa Project Global Group, Buka Peluang Susul Syahrian Abimanyu ke Malaysia

Ia bercerita bahwa ayah dari bayi itu merupakan fans Persela Lamongan. Sang ayah sedang tidak berada di Indonesia dan lagi di Malaysia. Sang ayah melihat adanya cara bagi suporter demi membantu Persela Lamongan.

Sang ayah pun mencoba mendaftar dan mengirimkan foto bayinya itu untuk dipajang di tribun stadion saat Persela Lamongan bertanding. Bagi Ahmad Rizal Jambari dan teman-temannya, ini merupakan hal yang sangat spesial. Sebab, ada bayi yang sudah mendukung Persela Lamongan meski dengan cara berbeda.

“Harapan kami agar lebih banyak lagi ya untuk pemesanan papan suporter ini karena apa yang mereka lakukan akan berpengaruh ke klub meskipun jumlahnya tidak sebesar pemasukan tiket.”

Baca Juga: Ciptakan Blunder Konyol untuk Kemenangan Young Boys, Jesse Lingard Dibela Harry Maguire

“Sebenarnya target kami di series pertama ini 100 orang ya tapi ternyata belum sesuai harapan. Kami juga akan melakukan evaluasi karena bagi kami ini hal yang baru dan belum tahu kondisi di lapangan seperti apa,” ucap Ahmad Rizal Jambari.

Apa yang dilakukan oleh Persela Lamongan harus tetap diapresiasi. Memang ini tidak mudah bagi klub yang pemasukan keuangannya mulai berkurang akibat pandemi Covid-19. Persela Lamongan tidak peduli dengan sindiran keras dari pihak lain dengan hadirnya papan suporter ini.

Baca Juga: Kompetisi Belum Bergulir, Klub Liga 2 Milik Orang Malaysia Resmi Depak Pelatih Asal Chile

Bagi Persela Lamongan ini menjadi dukungan yang sangat luar biasa. Para pemain lebih bersemangat dengan hadirnya suporter di dalam stadion meskipun hanya berbentuk papan. Papan memang hanya benda mati tetapi kehadiran suporter sangat penting bagi Persela Lamongan.

“Kemarin kan memang muncul pertama kali di Indonesia dan menjadi buah bibir bagi pecinta sepak bola nasional. Ini memang menjadi nuansa baru di sepak bola Indonesia dan mungkin saja masih banyak orang yang memberikan sindiran keras buat apa mengerjakan hal-hal seperti ini. Tapi kami mempunyai tujuan untuk mengedukasi pelan-pelan bahwa lewat papan suporter ini bisa berdampak ke Persela Lamongan,” tutup Ahmad Rizal Jambari.



Read More

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *