Pendapatan Obwis Lembah Pajamben Kota Banjar Masuk PADes

  • Whatsapp
Pendapatan Obwis Lembah Pajamben Kota Banjar Masuk PADes
Pendapatan Obwis Lembah Pajamben Kota Banjar Masuk PADes
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar Dedi Suardi saat diwawancarai awak media. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pasca diresmikan Pemkot Banjar, Jawa Barat, pengelolaan objek wisata atau obwis Lembah Pajamben mutlak menjadi kewenangan pemerintah desa Binangun.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar, Dedi Suardi menegaskan hal tersebut Senin (3/5/2021).

Selama ini, pihaknya hanya melakukan pembinaan, pengarahan dan monitoring saja.

Terkait pengelolaan, manajemen hingga konsep pengembangan dan pendapatan segala sesuatunya masuk urusan pemerintahan desa.

Termasuk juga hasil pendapatan dari pengelolaan Obwis Lembah Pajamben nantinya akan menjadi pendapatan asli desa (PADes) dan pengelolaannya akan dikelola oleh Pemerintah Desa melalui Karang Taruna.

“Kedepan segala sesuatunya mutlak menjadi kewenangan desa bersama yang mengelolanya. Kita cuma koordinasi dan pembinaan saja,”  ujar Dedi Suardi.

Baca Juga: Diresmikan Wali Kota Banjar, Obwis Lembah Pejamben Habiskan Rp 5 M

Lanjut Dedi, terkait pengelolaan obyek wisata Lembah Pajamben menjadi kewenangan Pemdes tersebut nantinya menjadi kendala dalam pengembangan pengelolaan seperti sulit mengakses dana bantuan hal itu tidak begitu menjadi soal.

Menurutnya untuk mencari bantuan pengembangan obyek wisata Lembah Pajamben tersebut tinggal pihak Pemerintah Desa saja yang harus pandai-pandai membaca peluang.

“Tinggal pandai-pandai pihak pemdes dalam mencari bantuan. Baik ke pemkot maupun provinsi,” katanya.

Pihaknya berharap, setelah peresmian tersebut pengelolaan obwis Lembah Pajamben bisa lebih berkembang serta dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga masyarakat.

“Karena ini sudah diserahkan ke desa kami berharap nanti bisa berkembang. Silahkan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Silahkan diatur-atur sendiri oleh Pemdes,” imbuh Dedi.

Sebelumnya, Kepala Desa Binangun, H. Karjono, mengatakan, untuk kesiapan pengelolaan kawasan wisata tersebut pihak Pemdes akan melakukan uji petik serta menggandeng pihak Karang Taruna dan BUMDes agar terlibat dalam pengelolaan.

Adapun terkait regulasi berupa Perdes yang akan digunakan sebagai dasar pengelolaan dan penataan lanjut Karjono, saat ini Perdes tersebut masih dalam proses finalisasi dan akan selesai dalam waktu dekat ini.

“Nantinya kami juga akan adakan uji petik jumlah pengunjung obwis Lembah Pajamben. Untuk Perdes sekarang masih dalam proses penyelesaian. Besok baru akan dibahas lagi,” kata Karjono. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang

Read More

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *