Razia di Kota Banjar, Polisi Pergoki Sejoli Ngamar di Kamar Hotel

  • Whatsapp
Razia di Kota Banjar, Polisi Pergoki Sejoli Ngamar di Kamar Hotel
Polisi Pergoki Sejoli Ngamar di Kamar Hotel
Petugas kepolisian dari Polres Banjar Polda Jawa Barat, saat melakukan razia di Hotel Alam Segar Ciaren, Rabu (7/4/2021). Dalam razia tersebut petugas menemukan sejoli yang tengah ngamar. Foto : Sandi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Petugas Kepolisian dari Polres Kota Banjar, Polda Jawa Barat, berhasil mengamankan sejoli yang sedang ngamar di Hotel Alam Segar, Kecamatan Pataruman, Rabu (7/4/2021).

Sejoli tersebut yakni pria berinisial IS (25) dan seorang wanita warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Saat polisi menggerebek sejoli yang tengah ngamar tersebut, IS mengaku sedang berburu tanaman hias. Namun, saat petugas meminta identitas pribadinya, pria tersebut tidak bisa menunjukkan.

“Selain jadi supir travel, saya juga sering menjual macam-macam tanaman hias. Dan alasan saya istirahat di hotel ini karena cape habis berburu tanaman hias,” kilah IS kepada awak media, Rabu (7/4/2021).

Sementara untuk perempuan warga Kabupaten Cilacap yang tengah bersamanya itu, IS mengaku bahwa wanita tersebut adalah istri sirinya.

Kepada petugas dari Polres Kota Banjar, IS mengaku telah melangsungkan pernikahan secara siri sejak satu bulan lalu.

Kendati demikian, petugas kepolisian langsung mengamankan sejoli yang tengah ngamar tersebut ke Mapolres Banjar guna pendataan dan pembinaan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu M. Zulkarnaen, melalui KBO Reskrim Iptu Hadi Winarso mengatakan, razia Operasi Pekat 2021 tersebut akan terus dilakukan menjelang bulan suci Ramadan.

“Tujuan untuk menciptakan Kota Banjar yang kondusifitas,” katanya.

Sedangkan untuk IS, lanjutnya, pihaknya membawanya ke Mapolres karena tidak bisa menunjukkan identitas pribadi. Sebab, ia terjaring razia Operasi Pekat 2021 dan tengah bersama seorang perempuan.

“Untuk sejoli yang tengah ngamar di hotel yang mengaku telah menikah siri ini, kita amankan dulu ke Mapolres Banjar. Karena, ia tidak bisa menunjukkan identitas. Setelah itu, kami lakukan pendataan dan pembinaan kepada mereka,” pungkasnya. (Sandi/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

Read More

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *