Ternyata Ini Alasan China Jor-Joran Ekspor Vaksin Corona

  • Whatsapp
Ternyata Ini Alasan China Jor-Joran Ekspor Vaksin Corona

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China buka suara soal dominasi ekspor vaksin Covid-19 produknya di dunia. Beijing menyebut bahwa pihaknya hanya mempromosikan distribusi vaksin yang “adil dan masuk akal” di seluruh dunia.

Mengutip SCMP, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan vaksin Covid-19 bukanlah alat untuk kepentingan politik. Ia juga mengatakan China telah mengirim lebih dari 700 juta dosis vaksinnya ke luar negeri, terutama ke negara-negara berkembang.

“Kami telah membantu lebih dari 100 negara menyelamatkan nyawa dan memerangi pandemi tanpa syarat politik apa pun. Jika ini dianggap sebagai diplomasi vaksin, ini sangat populer dan menjadi kepentingan bersama masyarakat internasional,” katanya Kamis (29/7).


SelainĀ itu, Zhao menyebut bahwa Presiden Xi Jinping memiliki komitmen untuk membantu pemulihan Covid-19 di beberapa negara berkembang dengan dana sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp 52 triliun.

Ia mengklaim bahwa ekspor vaksin Covid-19 buatan China jauh lebih tinggi di atas pengiriman negara-negara seperti negara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

“Ekspor vaksin China 227% lebih banyak dari ekspor vaksin Eropa, dan 84 kali lebih tinggi dari sumbangan AS.”

Laporan sebelumnya menyebut bahwa Beijing mengancam Ukraina untuk memblokir pengiriman yang direncanakan setidaknya 500 ribu dosis jika Kiev tetap setuju memberikan akses kepala hak asasi manusia PBB ke Xinjiang. Zhao mengatakan bahwa bahwa hal ini keliru.

“Tidak ada perikatan dalam perjanjian pengiriman itu,” ujarnya.

Zhao mengatakan China akan melaksanakan tuan rumah forum internasional yang akan melibatkan pihak internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, pengembang vaksin, dan perwakilan negara lain. Rencananya acara tersebut akan digelar pada 5 Agustus mendatang.

“Sebagai bagian dari konferensi, pihak berwenang China akan mengadakan dialog kerjasama vaksin internasional hari ini dengan perusahaan vaksin yang menghadiri pertemuan tersebut,” ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]



(hoi/hoi)

Read More

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *